Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Pesona Bukit Lamreh, Keindahan Tersembunyi di Aceh

Penampakan Bukit Lamreh dari Puncaknya/ FOTO : Nova Eliza Pesona Bukit Lamreh bagaikan keindahan tersembunyi di tanah aceh. Pasalnya tempat wisata ini belum familiar bagi sebagian orang, padahal Bukit Lamreh menawarkan keindahan pemandangan laut yang dapat kita nikmati dari puncaknya. Berada di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang terletak di bagian terbarat Indonesia, tempat ini dianugerahi pemandangan alam yang luar biasa dan tak bisa diacuhkan begitu saja. Bermodalkan keyakinan foto Bukit Lamreh yang diakses dari sebuah postingan Instagram teman. Saya bersama rekan kerja berpetualang saat weekend dengan kendaraan roda dua menuju ke lokasi. Panas terik matahari tak menyurutkan semangat kami untuk terus melaju demi melihat pemandangan yang memukau mata katanya. Jarak Tempuh Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Banda Aceh ke tempat ini sekitar 1 jam perjalanan. Akses jalan menuju ke lokasi juga cukup parah, kita harus melintasi jalanan yang terja

Day 7 : Jangan Terlalu Insecure dengan Apa Kata Orang

FOTO: Pantai Pasir Putih, Aceh Besar/ Nova Eliza Hidup ini terlalu singkat untuk dibuat rumit. Ada saja pasti yang membuat perasaan kita gundah gulana, sedih, kecewa, marah, dan sebagainya. Lebih-lebih lagi bila kejenuhan hati sedang kita rasakan. Sering kali, orang lain hanya mengatakan apa yang mereka dengar tanpa perlu mencari penjelasan. Belum lagi, mungkin diri kita yang salah membaca reaksi orang lain hingga mengira itu sesuatu yang menjatuhkan.  Kalaupun memang begitu, kita harus tetap introspeksi tanpa harus memasukkan hati omongan orang lain di dalam diri. Terima saja, sebaik apapun usaha kita, tetap saja tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang atas apa yang ada pada diri. Tiap orang bebas berpendapat dan berkomentar atas diri orang lain, yang kita tidak mungkin bisa batasi. Terkadang ada perkara di mana kita harus rehat sejenak. Menghirup udara segar, sambil memejamkan mata dan menikmati angin berdesir yang akan membuat beban kita seolah-olah terlepas.

[VIDEO] : Pesona Bukit Lamreh, Keindahan Tersembunyi di Tanah Aceh

Pesona Bukit Lamreh, keindahan tersembunyi di tanah aceh. Bukit Lamreh merupakan salah satu destinasi wisata alam Aceh yang berada di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Wisata ini menawarkan keindahan pemandangan laut yang dapat dilihat dari puncaknya. Dari bukit ini, kita bisa melihat bentangan laut biru serta Pulau Weh dari kejauhan. Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Banda Aceh ke tempat ini sekitar 1 jam perjalanan. Akses jalan menuju ke lokasi lebih mudah ditempuh dengan kendaraan roda dua. Bukit lamreh bagaikan keindahan tersembunyi di tanah aceh yang cocok dijadikan tempat camping dan menghabiskan waktu bersama sahabat.

Day 6 : Memaafkan Bukan Berarti Menerima Kembali

FOTO: Negeri di Atas Awan/ Nova Eliza Memaafkanmu bukan berarti menerima perbuatanmu. Seringkali orang di luar sana salah mengartikan bahwa memaafkan berarti menoleransi perbuatannya, padahal itu hal yang jauh berbeda.  Perasaan kita tidak sesederhana itu, apa yang telah terjadi tidak bisa langsung hilang hanya dengan kata maaf. Sekalipun sudah memaafkan, untuk beberapa orang mungkin masih perlu waktu untuk berdamai dengan keadaan. Jadi, kita atau siapapun tidak boleh men-judge dengan bilang, "Katanya udah maafin, tapi kok masih aja dendam/ngejauhin?" Menjaga jarak dengan orang yang sudah kita maafin itu bukan berarti masih dendam atau tidak tulus maafin. Banyak dari kita yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa menerima kenyataan yang ada, berdamai dengan perasaan dan orang lain tidak berhak memaksa dan memberi batasan waktu akan hal itu. Berdamai dengan keadaan itu seringkali adalah masalah kita dengan diri kita sendiri. jadi, tolong jangan terlalu diperm

Day 5 : Tetaplah Kuat!!

FOTO: Pantai Iboih, Sabang/ Nova Eliza Tidak semua yang diketahui oleh mata itu benar. Terkadang kita hanya menyembunyikan luka dalam balutan senyuman yang indah, agar orang lain tidak dapat menerka tentang apa yang sedang di rasa. Kadar kesabaran dan kekuatan seseorang dalam menghadapi masalah tidaklah selalu sama, jangan pernah bandingkan diri kita dengan orang lain. Seringkali orang lain tanpa sadar membuat kita semakin tidak nyaman dengan berkomentar yang menyudutkan sehingga malah melemahkan dan memperburuk keadaan. Dan yang lebih parahnya, tak jarang dari mereka malah menjatuhkan dan membandingkan dengan dirinya dalam menghadapi persoalan. "Baru juga begitu, masa sudah mengeluh?", "Aku bahkan pernah lebih dari itu. Ah sudahlah". Menyimpan rapat-rapat kesedihan sepertinya pilihan yang tepat dilakukan dari pada harus menceritakan kepada seluruh penduduk bumi mengapa kita begini. Terkadang memang benar, belum tentu orang yang sedia mendengarkan kel

Day 4 : Pamitlah Walau Itu Menyakitkan

FOTO: Kota Lama Semarang/ Nova Eliza Setidaknya beri satu alasan untuk sebuah kepergian. Karena tidak semua orang bisa paham ditinggal tanpa kata penjelasan. Jangan menyiksa dan membiarkan seseorang menunggu dalam ketidakjelasan yang kau sendiri tak pernah ingin berada didalamnya. Barang kali alasan kepergianmu membuatku belajar dan membenahi diri, meskipun nantinya bukan kepadamu aku kembali. Aku menyadari, tidak semua hal yang terjadi akan selalu sesuai dengan ekspektasi. Pertemuan dan perpisahan juga sudah ada yang mengatur. Lantas, mengapa kamu enggan mengucapkan kata pamit saat berniat untuk tak lagi kembali? dengan begitu setidaknya aku bisa sedikit berjaga dan membuka sedikit ruang untuk menyiapkan hati yang akan tergilas. Pergi tanpa kata pamit hanya akan membuat keadaan menjadi lebih rumit, membuat hati menjadi lebih lama kembali pulih. Masalah jodoh itu sudah ada yang mengatur dan sudah seharusnya kita menyikapi hal itu dengan bertutur. Semakin kita dewasa, akan ada

Day 3 : Ada Baiknya Kita Juga Bermuhasabah

FOTO: Taman Bunga Matahari, Jogjakarta/ Nova Eliza Seringkali yang membuat kita susah bahagia adalah tidak jujur pada diri sendiri. Seberapa sering kita menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri, kita terlalu pengecut untuk mengakui dan menerima kenyataan, bukan saja tentang orang lain tapi tentang diri kita sendiri. Kita tidak terima kalau kita yang salah, kita yang harus memperbaiki diri, kita yang perlu bermuhasabah diri, atau terkadang kita lebih sering memaksakan diri hanya agar  kita (merasa) diterima oleh orang lain meskipun yang sebenarnya sesuatu yang tidak kita nikmati. Tanpa sadar, kita terbiasa membohongi diri sendiri.  Lama kelamaan, kita menjadi semakin tidak puas dengan hidup kita sendiri dan segalanya terasa salah. Kita mengira dengan pura-pura baik-baik saja akan membuat kita jadi baik-baik saja, padahal tidak begitu cara kerjanya. Bagaimana bisa kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri, jika harus terus memakai topeng sepanjang hari? past

Lawan Covid-19 dengan Terapkan 8 Fungsi Keluarga

FOTO: PKB Aceh Singkil/ Nova Eliza Kondisi pandemik Covid-19 telah mengguncangkan sosial, ekonomi, politik dan bahkan psikis masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Namun, dalam kondisi seperti ini, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur-prosedur resmi tentang pencegahan dan perlindungan dari penyakit Covid-19 perlu dilaksankan untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitar. Keluarga merupakan media yang paling strategis untuk belajar memahami cara mencegah dan melindungi setiap orang dari penyakit Coronavirus. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K) mengatakan bahwa keluarga bisa menjadi benteng ampuh untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi pandemi virus Covid-19, Hasto mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk menjalankan dan menerapkan delapan fungsi keluarga.  Liputan6.com "Delapan fungsi keluarga meliputi agama, sosial budaya

Day 2 : Allah Sengaja Patahkan Hatimu!

FOTO: Candi Borobudur, Jawa Tengah/ Nova Eliza  Allah sengaja patahkan hati kita bukan karena Ia tidak sayang, melainkan karena diri ini terlalu keras kepala saat jatuh cinta. Seakan paling tahu dan merasa sudah paling benar, tak butuh petunjuk arah padahal susah tersesat terlalu parah. Seberapa sering kita hanya melihat dari satu jalan dan satu sudut pandang saja dan terlalu congkak untuk mengabaikan semua kode Allah. Meskipun begitu, disaat kita merasa jatuh, Allah selalu sedia untuk menerima dan membantu.  Awalnya mungkin berat menerima kenyataan bahwa yang kita cinta tidak lagi dekat, hubungan yang sudah kita jaga dengan erat kini terlebur menjadi senyap. Mengikhlaskan hati dan menerima diri atas semua kehendak-Nya adalah pilihan yang tepat agar kuat dalam penantian dan kesabaran. Jangan lagi menyalahkan diri jika seseorang tidak tinggal, terkadang Allah memiliki cara lain yang berbeda untuk setiap makhluk-Nya. Allah sengaja patahkan hati kita dari cinta yang salah, m

Day 1 : Karena Tak Semua Kata Bisa Mewakili Rasa

FOTO : Negeri di atas awan Mangunan, Jogjakarta/ Nova Eliza Ingin rasanya mengeluh dengan semua lelah yang terasa, namun hati dan logika berkata bahwa diluar sana masih banyak yang belum beruntung hidupnya namun masih saja kuat dan berusaha. Sabar memang sebuah kata yang sangat mudah untuk diucapkan namun sangat sulit untuk dijalankan, kata yang sangat ringan dilontarkan namun seolah menjadi sangat berat saat diterapkan. Namanya juga manusia, wajar jika merasa sedih, normal jika ingin dimengerti, boleh saja ketika ingin menangis, tidak apa jika ingin menyendiri, semua itu proses memperbaiki hati yang letih untuk menjadi lebih kuat lagi. Tak masalah juga jika ingin berhenti sebentar, namun jangan kelamaan sampai nanti tertinggal. Memang butuh ketenangan dalam menghadapi kesabaran, karena emosi hanya akan membuatmu kehilangan banyak hal. Semakin kita dewasa, akan ada titik dimana kita harus berani untuk menerima segalanya sesuai dengan kenyataan yang ada. Karena tidak semu

Tips Mendapatkan Pelayanan KB dan KESPRO selama Pandemi Covid-19

FOTO: Penyuluh Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Singkil/Nova Eliza Mewabahnya Covid-19 ini telah menyebabkan gangguan sosial ekonomi global, penundaan atau pembatalan acara-acara di bidang agama, politik, budaya, olah raga dan lainnya. Penutupan tempat-tempat pelayanan pendidikan, hiburan, perbelanjaan, dan pembatasan aktivitas perkantoran serta pelayanan kesehatan menjadi dampak yang paling dirasakan di masa pandemik ini. Pandemik Covid-19 ini juga mempengaruhi pelayanan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ke masyarakat, keluarga, atau Pasangan Usia Subur (PUS). Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan "Kegagalan kita mengawal Program KB akan menjadi pandemi baru dengan kelahiran tidak terkendali dan bisa menambah beban dan tingkat kemiskinan serta jarak kelahiran yang kurang dari dua tahun, sehingga memberikan kontribusi besar adanya stunting, jangan sam

[VIDEO] : Keindahan Danau Bungara di Aceh Singkil

Danau Bungara merupakan salah satu gampong yang ada di Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Danau terluas kedua di Aceh ini setelah Danau Lut Tawar, Aceh Tengah memiliki luas 85,6 ha yang dikelilingi oleh empat kampung di Kecamatan Kota Baharu. Jarak tempuh dari pusat Kota Singkil menuju danau ini sekitar 55 Km atau sama dengan 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Panorama keindahan danau bisa kita saksikan hanya dengan duduk di pondok yang letaknya tepat di tepi danau atau menaiki bungki untuk mengelilingi keindahan danau secara menyeluruh. Bungki Pelempoh Leja (bahasa Singkil) adalah perahu yang dibuat sendiri oleh warga setempat untuk memanjakan pengunjung danau, yang artinya perahu pelepas lelah. Bagi traveller pecinta tantangan, Danau Bungara dapat dijadikan salah satu alternatif wisata yang wajib dikunjungi.

Keindahan Danau Terluas Kedua di Aceh, Danau Bungara

Keindahan Danau Bungara Kabupaten Aceh Singkil, Aceh /Foto: Nova Eliza Ungkapan "Singkil adalah negeri seribu pesona" ternyata benar adanya. Selain terkenal dengan Keindahan Pulau Banyak yang mampu memanjakan mata, ternyata di bumi Syekh Abdurrauf As-Singkily ini juga terdapat Danau Bungara yang merupakan danau terluas kedua di Aceh. Tepatnya berada di Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil. Pesona Danau Bungara ini pun tak kalah indah dari Danau Lut Tawar, Aceh Tengah yang merupakan danau terluas pertama di Provinsi Aceh. Nama Danau Bungara itu sendiri merupakan nama salah satu gampong dan sekaligus Ibu Kota Kecamatan Kota Baharu. Danau yang memiliki luas 85.6 hektar (ha) ini dikelilingi oleh empat kampung di Kecamatan Kota Baharu. Perjalanan ke Danau Bungara sekitar 55 KM atau membutuhkan waktu tempuh 2 jam dari pusat Kota Singkil. Padahal pagi itu, langit sedikit tidak bersahabat awan gelap perlahan berkumpul menyelimuti matahari, namun rasa penasaran