Langsung ke konten utama

Day 28 : Jangan Tetesi Cinta Dengan Permata

Foto: Taman Bunga Matahari/ Nova Eliza

Cinta itu membutakan, sering kali prinsip-prinsip hidup kita tunduk di bawah kecintaan akan seseorang. Saat jatuh cinta, bahkan penjahat paling jahat di muka bumi pun terlihat begitu baik di pandangan. Bahkan penipu paling penipu pun terlihat sebagai orang paling jujur di kehidupan. Begitulah cinta, mampu merubah pandangan yang kelam menjadi indah hanya karena permata kepalsuan.

Jangan tetesi cinta dengan permata, tapi hujanilah dengan kasih sayang. Jangan kamu lukai dia yang sudah sabar dan sayang hanya dengan janji manis semata, tapi buktikanlah dengan ketulusan yang nyata. Tidak ada wanita yang biasa-biasa saja ketika kepercayaannya dihancurkan dengan mudahnya, sengaja membahagiakan dipermukaan padahal hanya retorika belaka.

Jangan mengecewakan yang sudah setia, yang sudah percaya dan menjaga. Sebab, sekali dikecewakan pasti akan ada rasa yang berubah di hatinya. Tak peduli kamu sengaja atau bilang khilaf nantinya, yang jelas, hanya orang yang tak punya hati dan perasaan yang berani melukai kekasihnya yang sudah menyayangi sekian lama. Ternyata permata dalam cinta itu bisa seperti janji manis yang diucapkan hanya untuk menutupi kebohongan saja. Terbungkus indah di luar ternyata busuk di dalam, tampak indah di mata orang padahal palsu di hubungan.

Karena sungguh bukan penampilan yang menentukan, bukan pula perkataan yang berupa nasehat-nasehat atau tutur kata seolah santun yang membahagiakan, tapi bukti nyata perkataan itulah yang sangat dinantikan. Namun sayangnya kita kerapkali tertipu pada penampilan, terlena pada gelar-gelar yang sebenarnya masih butuh pembuktian. 

Mungkin karena terlalu manis di awal atau terlalu silau dipenampakan sehingga mata dan hati tertutup dengan kilauan yang sengaja dipertunjukkan. Sampai akhirnya kita menjadi sadar bahwa yang disaksikan hanya sebatas peran yang dimainkan. Bukan pembuktian cinta yang sudah kita nanti-nantikan. Terima kasih, setidaknya sudah berusaha membahagiakan walaupun hanya dengan permata kepalsuan. Bisa sedikit tertawa, walaupun hanya sebentar.

Kalau begitu, boleh pinjam janjimu tidak? Kopi ku terlalu pahit untuk sekarang ini.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya udah cuci mata aja dengan yang mempesona

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jodohmu Tidak Akan Salah Alamat

Foto : 03.03.21 | InFrame Story Jodohmu tidak akan salah alamat. Berkali-kali kita mengatakan bukan maka akan tetap kembali jika memang itu tujuannya, berulang kali kita menolaknya maka akan tetap ada dihadapan jika memang dia orangnya. Berusaha sekeras mungkin untuk berbalik akan tetap bertatap jika memang kesana arahnya. Jodoh rahasia Allah yang kita tidak sangka-sangka kapan datangnya. InshaAllah akan baik jika itu pilihan-Nya. Karena Cinta tidak bisa memilih kepada siapa ia akan jatuh, di mana ia akan berlabuh, tapi cinta akan tahu kemana ia akan berteduh. Meski telah pergi jauh tetap akan kembali utuh dalam peluk. Itulah cinta, ada yang sengaja dipertemukan namun tak bisa dipersatukan. Ada yang sementara ditakdirkan hanya untuk belajar saling mengikhlaskan, ada yang tanpa jadian langsung sah di pernikahan. Semua itu adalah proses yang Allah berikan sebagai pembelajaran untuk menuju kebahagiaan. We just need to trust it! Meski sebelumnya pernah terjatuh, sejatuh-jatuhnya. Pernah te

Ngabisin Uang Tabungan untuk Pesta Pernikahan, Penting Gak Ya?

Ngabisin uang tabungan untuk pesta pernikahan, penting gak ya? Foto : Ilustasi Resepsi Pernikahan/ cermati.com Esensi dari resepsi pernikahan adalah menyampaikan kabar bahwa kamu dan pasangan telah sah menjadi suami istri kepada keluarga dan teman. Dokumentasi yang cantik menjadi prioritas utama saat ini, bukan lagi besar dan mewahnya sebuah pesta pernikahan. Sebagian besar orang rela merogoh kocek besar demi pesta pernikahan yang mewah, megah, dan bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, di Indonesia saja banyak pasangan yang mengeluarkan ratusan juta untuk pesta pernikahan mereka.  Sebenarnya pesta mewah itu tidak masalah asal tidak memaksakan dan menghabiskan tabungan apalagi sampai harus berhutang. Yang terpenting setelah pesta pernikahan bisa menjalani rumah tangga sesuai yang direncanakan bukan malah bertengkar karena harus hemat-hemat untuk bayar hutang. Duh, jangan sampai deh baru pesta megah-megahan tapi harus pisah ranjang karena kurangnya asupan, mending pergi liburan dan senang-

Terlalu Egois Mencinta

Foto : Nova Eliza/ Mercusuar Pulau Banyak Mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan, mengapa kita berjumpa tapi akhirnya dijauhkan. Mengapa terlalu banyak sutradara yang ingin didengarkan, seolah kita adalah pemain bayaran yang dipaksa memainkan peran sesuai kemauan. Iya, kemauan dan kepentingan mereka seutuhnya. Mengapa sulit sekali memahami, mengapa sulit sekali mengerti, mengapa tidak ada toleransi, mengapa semua ini harus berakhir begini. Mengapa? Dia pergi dan meninggalkan aku disini sendiri, seperti itukah alur cerita yang dirancang? Dia benci dan melupakan kenangan yang sudah kami ukir, seperti itukah akhir yang diinginkan? Iyakah seperti itu? Mengapa kalian terlalu egois dalam mencinta, apa hanya kalian saja yang mempunyai rasa, apa hanya kalian saja yang merasakan kecewa, apa hanya kalian saja yang bisa terluka, apa hanya kalian saja yang merasa manusia? lantas kami siapa? Mungkin saja bagi kalian kami robot yang bisa dan mudah dipaksa, berakit besi bukan berbalut kasih hi