Langsung ke konten utama

Jodohmu Tidak Akan Salah Alamat

Foto : 03.03.21 | InFrame Story

Jodohmu tidak akan salah alamat. Berkali-kali kita mengatakan bukan maka akan tetap kembali jika memang itu tujuannya, berulang kali kita menolaknya maka akan tetap ada dihadapan jika memang dia orangnya. Berusaha sekeras mungkin untuk berbalik akan tetap bertatap jika memang kesana arahnya. Jodoh rahasia Allah yang kita tidak sangka-sangka kapan datangnya. InshaAllah akan baik jika itu pilihan-Nya.

Karena Cinta tidak bisa memilih kepada siapa ia akan jatuh, di mana ia akan berlabuh, tapi cinta akan tahu kemana ia akan berteduh. Meski telah pergi jauh tetap akan kembali utuh dalam peluk. Itulah cinta, ada yang sengaja dipertemukan namun tak bisa dipersatukan. Ada yang sementara ditakdirkan hanya untuk belajar saling mengikhlaskan, ada yang tanpa jadian langsung sah di pernikahan. Semua itu adalah proses yang Allah berikan sebagai pembelajaran untuk menuju kebahagiaan. We just need to trust it!

Meski sebelumnya pernah terjatuh, sejatuh-jatuhnya. Pernah tersungkur, sebegitu dahsyatnya. Pernah tertimbun, sebegitu dalamnya. Pernah terkurung, sebegitu sempitnya. Pernah mendung, sebegitu lamanya. Pernah terluka, sebegitu parahnya. Pernah hancur, sebegitu leburnya. Pernah merasakan semua kepahitan yang tak terbilang lagi banyaknya. Tapi percayalah, semua itu akan setimpal dengan semua kebaikan yang Allah telah siapkan untuk kita hamba-Nya. Percayalah, kita hanya terus perlu percaya kepada Allah.

Siapa yang sangka berawal dari teman seprofesian menjadi teman sepermainan dan berakhir gandengan di pelaminan.  Bermodalkan keyakinan dari jawaban Doa disepertiga malam, aku "Iyakan" lamaran pernikahan. Tanpa pikir panjang akad dan resepsi pernikahan pun segera dilangsungkan, tepat pada tanggal yang sejak lama sudah direncanakan, hari itu 03.03.21. Padahal saat itu hilal calon suami aja masih belum kelihatan.

Itulah jodoh, Unik. Lelah mencari jauh-jauh padahal udah ada disekitaran. Kita aja yang cepat menyimpulkan 'bukan dia sang pangeran'. Padahal jika memang jodoh, kita bisa apa. Sebab semua perihal Allah yang tentukan. Meski dalam waktu singkat untuk persiapan acara InshaAllah dilancarkan.

Alhamdulillah. Bersyukur telah menjadi bagian dalam hidupnya,  ada disetiap waktunya, menjadi makmum dalam shalatnya, menjadi peluk dalam peliknya, InshaAllah kita sampai ke syurga-Nya. Aamin 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terlalu Egois Mencinta

Foto : Nova Eliza/ Mercusuar Pulau Banyak Mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan, mengapa kita berjumpa tapi akhirnya dijauhkan. Mengapa terlalu banyak sutradara yang ingin didengarkan, seolah kita adalah pemain bayaran yang dipaksa memainkan peran sesuai kemauan. Iya, kemauan dan kepentingan mereka seutuhnya. Mengapa sulit sekali memahami, mengapa sulit sekali mengerti, mengapa tidak ada toleransi, mengapa semua ini harus berakhir begini. Mengapa? Dia pergi dan meninggalkan aku disini sendiri, seperti itukah alur cerita yang dirancang? Dia benci dan melupakan kenangan yang sudah kami ukir, seperti itukah akhir yang diinginkan? Iyakah seperti itu? Mengapa kalian terlalu egois dalam mencinta, apa hanya kalian saja yang mempunyai rasa, apa hanya kalian saja yang merasakan kecewa, apa hanya kalian saja yang bisa terluka, apa hanya kalian saja yang merasa manusia? lantas kami siapa? Mungkin saja bagi kalian kami robot yang bisa dan mudah dipaksa, berakit besi bukan berbalut kasih hi

Rasa yang Dipaksa Hilang

Foto : Nova Eliza Hanya karena seseorang sudah tidak lagi berbicara denganmu, bukan berarti dia sudah berhenti merindukanmu. Hanya karena seseorang sudah terlihat terlalu sibuk dengan hari-harinya, bukan berarti kau tak pernah lagi muncul dipikirannya. Hanya karena seseorang sudah terlihat bahagia dengan hidupnya, bukan berarti kau sudah tidak ada lagi dihatinya. Bukan, sungguh bukan begitu. Dalam diam dan bisunya, dia selalu berdoa untuk kebaikan dan kebahagian mu, memastikan kau tetap baik-baik saja meskipun sudah tidak ada lagi dia disampingmu, ketika kau sedang bersedih dan tak ada lagi orang yang hadir untukmu, dia akan selalu ada, meskipun tak cukup daya untuk langsung berada didekatmu. Percayalah, dia sangat ingin memelukmu, sungguh meski terasa sesak di dada dia tetap mendekapmu dari jauh. Tak ingin mengusikmu apalagi mengganggu hari-hari indahmu yang susah payah kau bangun sejak dia memilih untuk tak lagi menghubungimu. Menunggu dengan setia sebagai pilihan terakhir untuk mema